Aceh Tamiang, Sumbar24jam. Com – Pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama pemulihan. Untuk memastikan aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal, prajurit TNI dari Yonif 117/Ksatria Yudha (KY) turun langsung membersihkan sekolah-sekolah yang terdampak genangan air dan endapan lumpur tebal.
Sejak beberapa hari terakhir, puluhan personel TNI dikerahkan ke berbagai kecamatan untuk melakukan pembersihan secara menyeluruh. Dengan peralatan sederhana seperti serokan, sekop, selang air, dan gerobak dorong, para prajurit bahu-membahu menyingkirkan lumpur yang mengotori ruang kelas, selasar, hingga halaman sekolah. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan dan masa depan generasi muda Aceh Tamiang.
Pantauan di lapangan pada Rabu (14/1) menunjukkan aktivitas pembersihan berlangsung intensif di Kecamatan Kuala Simpang dan Kecamatan Rantau. Lumpur sisa banjir yang masih basah disemprot air lalu ditarik keluar menggunakan serokan, sementara lumpur yang telah mengeras dikerok dengan sekop dan diangkut menggunakan gerobak untuk dibuang ke tempat yang aman. Proses ini membutuhkan tenaga ekstra karena ketebalan lumpur di beberapa sekolah mencapai beberapa sentimeter.
Di Kecamatan Rantau, personel Yonif 117/KY menyebar ke berbagai sekolah dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Sebanyak 25 prajurit diterjunkan untuk membersihkan SD Swasta Darma Patra. Sementara itu, 20 personel lainnya fokus melakukan pembersihan di SD Swasta Alwasliyah Kampung Lalang, dengan progres pengerjaan yang telah mencapai sekitar 55 persen.
Pembersihan juga menyasar sekolah negeri di wilayah tersebut. Di SDN 2 Rantau Pauh yang berada di Desa Alur Cucur, proses pembersihan telah diselesaikan sepenuhnya dan dinyatakan siap digunakan kembali. Sedangkan di SDN 1 Rantau Pauh di desa yang sama, pembersihan masih terus berlangsung dengan capaian sekitar 75 persen.
Tak hanya sekolah dasar, prajurit TNI juga membantu membersihkan sekolah menengah pertama. SMP Swasta Darma Patra dan SMPN 1 Kejuruan Muda menjadi sasaran kerja bakti bersama. Ruang kelas, ruang guru, halaman, hingga fasilitas penunjang pembelajaran dibersihkan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Perhatian TNI tidak berhenti pada sekolah formal saja. Madrasah dan lembaga pendidikan usia dini juga mendapatkan bantuan serupa. Sebanyak 25 personel dikerahkan untuk membersihkan MIN 4 Kuala Simpang serta Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Muda Sedia yang berada di Desa Alur Manis. Sementara itu, 10 personel lainnya membantu pembersihan di TK Pembina Kecamatan Rantau yang juga terdampak banjir.
Secara keseluruhan, hingga saat ini Yonif 117/KY telah melaksanakan kegiatan pembersihan di 19 sekolah yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang. Sekolah-sekolah tersebut meliputi 5 TK/PAUD/RA, 9 SD/MI, 4 SMP, dan 1 SMA. Sebagian besar lokasi menunjukkan progres signifikan, bahkan beberapa di antaranya telah rampung 100 persen.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pascabencana. Melalui semangat gotong royong dan pengabdian tanpa pamrih, para prajurit berupaya memastikan anak-anak Aceh Tamiang dapat kembali bersekolah tanpa hambatan akibat dampak banjir.
Dengan kerja keras yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan seluruh sekolah yang terdampak dapat segera difungsikan kembali. Kehadiran TNI di lingkungan sekolah tidak hanya membantu mempercepat pemulihan fisik bangunan, tetapi juga memberikan semangat dan harapan bagi masyarakat bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama meski di tengah kondisi sulit.
![]()
