Limapuluh Kota,Sumbar24jam.com – Isu serta menghebohkan di kalangan publik serta di dinding beranda media sosial terkait beredarnya secara luas ke publik Video Call Sex (VCS) mirip Bupati Kabupaten Limapuluh Kota. Hal tersebut membuat kegaduhan di tengah tengah masyarakat serta menjadi buah bibir di warung kopi pada umumnya.
Viral VCS mirip H. Safni Sikumbang membuat para tokoh di perantauan mendesak
untuk meluruskan isu viralnya VCS tersebut, atas permintaan dan desakan tokoh masyarakat Akabiluru baik yang berada diperantauan maupun yang ada di kampung halaman, serta murni dari keluarga meluruskan isu tersebut. Kegiatan tersebut diagendakan di rumah kediaman H. Safni di Sarik Laweh kecamatan Akabiluru Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat, Minggu (1/3/2026).
Acara silaturahmi serta meluruskan isu tersebut sebagai mantan Wakil Bupati Kabupaten Limapukuh Kota, Ferizal Ridwan dan Deni Astra menggagas agenda atas dorongan para perantau untuk meluruskan serta meklarifikasi tentang isu VCS yang menimpa orang nomor satu di kabupaten 50 kota ini.
Tampak dihadiri langsung oleh Wakil Bupati 50 Kota Ahlul Badrito Resha, S.H, Ferizal Ridwan, Deni Astra,dan Khairul Apit mantan Anggota DPRD 50 Kota, puluhan Insan Pers Luak50 yang menghadiri,walinagari Batu Ampar serta pendukung dan para tokoh yang turut hadir.
Sebagai tuan rumah dalam sambutan Wali Nagari Batu Hampar, Kecamatan Akabiluru, Asra Arafat dan menyampaikan bahwa masyarakat turut merasakan dampak dari kisruh yang belakangan ini mencuat dipublik dan media sosial.
“Kami benar-benar merasakan situasi isu yang berkembang akhir-akhir ini. Harapan kami, dengan duduk bersama seperti hari ini, kita semua bisa meredam isu-isu yang beredar agar tidak semakin berkembang. Dengan peran dan porsi kita masing-masing, semoga ke depan situasi bisa lebih kondusif,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Safni Sikumbang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan niat baik seluruh pihak, terutama insan pers yang dinilainya berperan penting dalam menyampaikan informasi secara berimbang kepada masyarakat.
“Terima kasih atas kehadiran dan dukungan kawan-kawan semua. Dalam beberapa minggu terakhir, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota diterpa isu terkait video yang dikaitkan dengan saya. Proses hukum saat ini sudah berjalan, dan mudah-mudahan dalam minggu ini kita dapat menerima perkembangan dari pihak berwajib terkait hal tersebut,” kata Safni.
” Saya hanya korban dari oknum sendikat yang ingin membuat kegaduhan ditengah tengah masyarakat, dua oknum yang membuat vidio tersebut telah diamankan oleh pihak berwajib dan pelaku merupakan sosok dua pria yang berasal dari Jambi dan Palembang, tentu tahap penyeledikan serta motif menunggu hasil dari aparat penegak hukum,” tegasnya didepan undangan yang hadir.
Safni juga menegaskan bahwa dirinya merasa terzalimi atas peristiwa yang terjadi dan memastikan tidak pernah memiliki niat sedikit pun untuk mencoreng nama baik keluarga maupun Kabupaten Limapuluh Kota.
“Dari hati kecil saya, tidak ada niat merusak nama baik keluarga dan daerah yang kita cintai ini. Niat awal saya hanya satu, ingin membangun Limapuluh Kota agar lebih baik ke depan,” ungkapnya.
Diwaktu bersamaan mantan Ketua DPRD Deni Asra, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menempatkan kepentingan daerah di atas kepentingan pribadi.
“Penting bagi kita semua untuk tetap mencintai Kabupaten Limapuluh Kota. Mari utamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Di mana pun kita berada dan siapa pun yang mendengar suara kita hari ini, mari bersama-sama menjaga dan mencintai daerah ini,” sebutnya dipenutup.
![]()
