Limapuluh kota, Sumbar24jam.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui pejabat dari pusat melaksanakan kegiatan Evaluasi Penanganan Darurat Bencana serta survei lapangan di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (3/12/2025). Kegiatan berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga 19.20 WIB dengan rangkaian agenda di tiga lokasi berbeda, yaitu Kantor Camat Gunung Omeh, lokasi pengungsian di Masjid Tazkir Jorong Ayia Angek Nagari Koto Tinggi, serta Kantor Nagari Baruah Gunung Kecamatan Bukik Barisan.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rudy Supriyadi, SE, Penata Penanggulangan Bencana Ahli Madya BNPB Pusat, yang turun ke lapangan untuk memastikan penanganan darurat bencana di Kabupaten Lima Puluh Kota berjalan optimal dan sesuai standar nasional. Turut hadir Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang, Kapolres 50 Kota AKBP Syaiful Wachid, SH, S.I.K, MH, Wakil Bupati Ahlul Batrito Resha, SH, Sekda Herman Azmar, serta sejumlah kepala dinas terkait.

Peserta kegiatan juga terdiri dari Camat Gunung Omeh Apri Yulianto, S.Sos, Kapolsek Suliki Iptu Doni Putra, Danramil Suliki Kapten Inf. Sil Suandi, para wali nagari, perangkat nagari, Bamus, serta unsur KAN dan staf kecamatan.
Pada pukul 13.00 WIB, BNPB Nasional bersama jajaran Forkopimda melaksanakan evaluasi penanganan darurat bencana di Kantor Camat Gunung Omeh. Evaluasi ini menjadi tindak lanjut atas pemetaan titik-titik bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatera, khususnya di Kabupaten Lima Puluh Kota yang terdampak pergerakan tanah dan longsor di beberapa titik.
Setelah rapat evaluasi, rombongan melakukan survei lapangan menuju lokasi pengungsian di Masjid Tazkir Jorong Ayia Angek, Nagari Koto Tinggi. Di hadapan para pengungsi, Rudy Supriyadi, SE menyampaikan beberapa arahan penting terkait situasi pergerakan tanah yang terjadi.
Dalam penyampaiannya, Rudy menjelaskan bahwa pergerakan tanah di Kabupaten Lima Puluh Kota mendapat perhatian serius dari BNPB Pusat. Ia menegaskan bahwa BNPB akan melakukan kajian komprehensif untuk menilai tingkat keamanan wilayah Ayia Angek sebagai pemukiman. Bila hasil kajian menunjukkan bahwa daerah tersebut tidak lagi layak huni, BNPB akan merekomendasikan relokasi sebagai langkah terbaik demi keselamatan masyarakat.

Usai dari Nagari Koto Tinggi, tim melanjutkan survei lapangan ke titik bencana di Nagari Baruah Gunung Kecamatan Bukik Barisan guna memastikan seluruh wilayah terdampak mendapat perhatian dalam proses penanggulangan dan rencana pemulihan. Kegiatan berakhir pada pukul 19.20 WIB. Selama seluruh rangkaian berlangsung, situasi tetap aman dan kondusif.
Kehadiran langsung pejabat BNPB dari pusat menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memastikan penanganan darurat bencana di Kabupaten Lima Puluh Kota berjalan cepat, tepat, dan berorientasi pada keselamatan warga. Pemerintah daerah bersama unsur TNI-Polri, BPBD, dan seluruh instansi terkait terus bersinergi dalam upaya pemulihan pasca bencana.
![]()
