
Jakarta, Sumbar24jam.com – Ribuan drivel ojek Online ( OJOL ) sejabotabek mengiringi proses pemakaman diistirahat terkhirnya akibat insiden yang menewaskan Affan Kurniawan yang merupakan tulang punggung keluarga. Berita berlangsung kawa tak hanya datang dari beberapa rekan ojol akan tetapi sosok Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, juga menyapaikan prihatin serta duka mendalam sekaligus menyerukan agar dilakukan investigasi transparan terkait kematian salah satu driver ojek disaat gabungan mahasiswa serta pendemo berbagai kalangan yakni Affan Kurniawan (21).
Pengemudi ojek online yang tewas terkapar yang diterbitkan beberapa media online elektronik dan maupun cetak viral dimedsos setelah diketahui terlindas oleh kendaraan Taktis Brimob saat aksi di depan Gedung DPR, Kamis (28/8/2025) Kamarin.
Info ucapan berduka melalui akun X pribadinya, @aniesbaswedan, Anies menulis, “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un”.
” Kita sangat menyayangkan serta amat terpukul, geram atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal tragis saat menyuarakan hak. Hidup muda penuh harapan terenggut dalam perjuangan keadilan.”ungkapnya.
Mantan Gubernur Jakarta ini mendoakan serta menyampaikan dukungan bagi keluarga korban sellalu diberikan kesabaran dan tabah akan kepulangan driver Ojol ini.
Ia menekankan bahwa Affan hadir bersama ribuan rakyat untuk memperjuangkan hak konstitusional mereka. “Kita harus berdiri bersama mereka yang menuntut keadilan dan melindungi hak menyuarakan pendapat,” ulasnya.
Anies Baswedan menegaskan bahwa langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah menyampaikan permintaan maaf harus ditindaklanjuti dengan proses hukum tegas dan konsekuen.
“ Kita mendesak investigasi transparan dan proses hukum,” tegasnya.
Anies Baswedan juga menyoroti pentingnya kebebasan rakyat dalam menyampaikan aspirasi tanpa rasa takut.
Menurutnya, tuntutan agar demonstrasi dilakukan dengan damai harus dibarengi dengan kesediaan wakil rakyat mendengar secara serius, bukan justru meremehkan suara publik.
“Jangan ada lagi nyawa melayang saat menyampaikan aspirasi. Keadilan harus hadir sekarang, untuk Affan, keluarganya, dan masa depan demokrasi kita,” tulis Anies.
Duka Keluarga Korban
Affan dikenal sebagai tulang punggung keluarga. Ia tinggal bersama tujuh anggota keluarganya di rumah kontrakan sempit di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Jenazah Affan disemayamkan di sebuah rumah kosong dekat kontrakan. Ibunya, Herlina, menangis histeris di sisi jasad anaknya. “Anak saya sudah tidak ada, Pak,” katanya saat mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, datang melayat.
Nenek korban, Muuzizah, mengenang Affan sebagai sosok pekerja keras. “Dia rajin bekerja dan bisa menyimpan uang sedikit demi sedikit,” ucapnya. Jenazah Affan kemudian dimakamkan di TPU Karet Bivak pada Jumat (29/8/2025) pagi.
Sedangkan Respons Pemerintah dan Kepolisian
Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan permintaan maaf atas tragedi tersebut.
“Kami memohon maaf atas kejadian apa pun yang tidak kita inginkan,” ujarnya. Ia meminta aparat tetap sabar dan berhati-hati dalam melakukan pengamanan.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, juga menyampaikan permintaan maaf langsung kepada keluarga korban. Ia menegaskan kasus ini sudah ditangani Divisi Propam Polri.
Sementara itu, Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Abdul Karim, mengonfirmasi tujuh anggota Brimob yang berada dalam rantis telah diamankan dan diperiksa di Mako Brimob, Kwitang. Mereka adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.
“Masih didalami siapa pengemudi saat kejadian,” kata Abdul Karim.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut menyampaikan penyesalan. “Saya mohon maaf sedalam-dalamnya atas peristiwa ini, serta memerintahkan bagian Divisi Propam Polri untuk diusut anggotanya yang terlibat saat demo berlangsung ,” ujarnya dipenutup.(*)